Bab 9
Political Economy
Bab political
economy berbicara mengenai bagaimana politik bekerja untuk menyediakan barang
publik sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.
Lindahl Pricing
Lindahl Pricing
adalah sebuah system yang mengharuskan individu untuk memberitahukan willingness-to-pay mereka, untuk
kemudian pemerintah menyusun agregat preferen untuk membuat perhitungan
mengenai social benefit. Konsep ini
menkankan, untuk bisa menyediakan public goods secara optimal, pemerintah
harus:
1.
Pemerintah harus mengetahui
preferen(pilihan) setiap anggota masyarakat dan berapa jumlah serta harga yang
bersedia mereka bayar untuk preferen tersebut.
2.
Pemerintah kemudian
mengagregatkan jumlah tersebut untuk membentuk kurva permintaan
masyarakat(penjumlahan dari kurva-kurva permintaan pribadi).
3.
Kemudian mencari perpotongan
antara kurva permintaan tersebut dengan biaya marjinal untuk setiap penyediaan
preferen.
4.
Hasil perpotongan tersebut
adalah jumlah dari public goods yang ideal untuk diproduksi, dan setiap
masyarakat diharuskan membayar sebesar kesediaan mereka untuk membayar.
Masalah dalam
melakukan Lindahl Pricing:
1.
Masalah Pengungkapan Preferen;
Masyarakat biasanya berbohong tentang jumlah dan harga yang bersedia mereka
bayar(willingness-to-pay) agar dapat membayar lebih sedikit namun tetap
mendapatkan jumlah yang cukup.
2.
Masalah Pengetahuan Akan
Preferen; Meski masyarakat telah jujur, mereka tetap sulit untuk menentukan
sebenarnya berapa kesediaan mereka untuk membayar, dan public goods mana yang
lebih mereka pilih.
3.
Masalah Agregat Preferen; Akan
sulit untuk mengumpulkan secara akurat agregat2 masyarakat untuk membentuk
kurva permintaan masyarakat.
Cara-Cara Mengaggregatkan Preferen
I. Demokrasi Langsung
Dalam demokrasi langsung di zaman
dulu, umum dilakukan voting untuk menentukan respon masyarakat terhadap
perarturan yang teah dibuat oleh legislator. Ada du acara demokrasi langsung:
a.
Referendum
Adalah penjajakan pendapat (dalam
bentuk voting) dengan inisiatif dari pemerintah
b.
Voters Initiatives
Adalah penjajakan pendapat (dalam bentuk
voting) dengan inisiatif dari masyarakat, jika dapat memenuhi persayaratan
tertentu.
Sistem untuk memilih
pilihan yang paling banyak dipilih disebut Majority
Voting. Untuk dapat mewakili preferen dari masyarakat, Majority Voting
harus memenuhi:
1.
Dominansi : Hasil voting harus
menunjukan bahwa itu adalah keinginan masyarakat.
2.
Transitivitas : Pilihan yang
dipilih harus memenuhi sifat matematis transitivitas
3.
Independensi dari Alternatif :
Meski ditambahkan pilihan ketiga, tidak akan mengubah ranking 2 pilihan
sebelumnya
Teorema Arrow’s
Impossibility menyatakan tidak ada voting/keputusan
yang dapat secara konsiten mewakili preferen masyarakat kecuali preferennya dibatasi atau memaksakan kediktatoran.
Teorema Median Voter menyatakan apabila diasumsikan voters memiliki preferen bersifat
single-peak(satu pilihan superior terhadap yang lain), maka hasil voting akan
dimenangkan oleh median voter(mereka
yang pilihannya di tengah2/cari jalan tengah/cari aman)
II. Demokrasi Representatif
Pada, demokrasi
representatis, politikus cenderung meneraptakn teorema median voter. Mereka
akan cenderung memilih preferen median voter, namun dapat dirusak dengan adanya
Lobi (kegiatan mengeluarkan sumber daya
oleh sekelompok orang untuk mempengaruhi politikus).
Teorema Public Choice
Teorema ini
meyatakan bahwa anggapan klasik bahwa pemerintah selalu berusaha memaksimalkan
kesejahteraan rakyat sudah tidak sesuai lagi Karen pemerintah sering melakukan Government Failure yaitu kegagalan atau
ketidakinginan pemerintah untuk bertindak demi kepentingan rakyat. Hal ini
dapat disebabkan:
1. Maksimalisasi Ukuran Birokrasi, yaitu monopoli penyediaan public goods oleh pemerintah
2. Teorema Leviathan, menyatakan
bahwa pemerintah selalu berusaha memperbesa peran sector publik/pemerintah
dalam perekonomian
3. Korupsi, ketika
pemerintah menggunakan kekuasaannya untuk memperkaya diri sendiri
Bab 11
Pendidikan
Bab ini membahas
penyediaan pendidikan sebagai barang semi-publik oleh sektor publik/pemerintah.
Mengapa Pemerintah Perlu Terlibat Dalam Penyediaan
Pendidikan?
1.
Produktivitas; Pendidikan cenderung
meningkatkan produktivitas yang meningkatkan kesejahteraan/penghasilan, yang
meningkatkan pajak yang dapat dipungut pemerintah.
2.
Kewarganegaraan; Melalui pendidikan,
tindak kriminal cenderung dapat ditekan dan kepribadian dapat dibangun.
3.
Kegagalan Pasar Kredit; Tidak semua
keluarga dapat memenuhi biaya pendidikan swasta, dan pasar kredit tidak dapat
memenuhi semua kebutuhan pinjaman untuk pendidikan.
4. Kegagalan Untuk
Memaksimalkan Utilitas Keluarga; Tidak semua orang
tua rela mengorbankan sumber dayanya demi pendidikan yang layak bagi anak2nya.
Jika tidak ada pendidikan dari sektor publik, anak2 cerdas akan sengasara jika
mendapat orang tua egois.
5. Redistribusi; Tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan memberikan kesempatan
bagi anak2 dari keluarga miskin untuk memperbaiki taraf hidup mereka di masa
depan.
Bagaimana Pemerintah Terlibat Dalam Penyediaan
Pendidikan?
1. Pendidikan Gratis; Pemerintah dapat menyediakan pendidika gratis di sekolah negri
dengan kualitas yang sudah ditetapkan. Jika orang tua ingin pendidikan dengan
kualitas yang lebih, bisa beralih ke sekolah swasta dengan biaya sendiri.
2. Voucher Pendidikan; Pendidikan Gratis memiliki banyak masalah. Yaitu membludaknya
jumlah siswa sekolah negri. Bahkan orang-orang yang ingin anaknya mendapat
pendidikan kualitas terbaik rela mengorbakan keinginannya demi memanfaatkan
sekolah gratis. Karena itu, dibuat voucher pendidikan, yaitu voucher yang
bernilai nominal uang tertentu yang diberikan kepaada orang tua dengan anak
usia sekolah, yang dapat digunakan untuk membiayai pendidikan di sekolah
manapun, baik swasta maupun negri.
Bukti Adanya Persaingan di Pasar Pendidikan
1. Voucher; Dengan keberadaan voucher, sekolah-sekolah berlomba-lomba untuk
meningkatkan kualitas mereka agar para orang tua menggunakan vouchernya di
sekolah mereka.
2. Kebebasan memilih sekolah
negri; Ketika siswa tidak harus memilih sekolah
yang dekat dengan rumahnya, sekolah unggulan akan kebanjiran pendaftar dan
sekolah pinggiran akan lebih sepi. Akibatnya, sekolah2 meningkatakn mutunya
untuk menarik perhatian.
3. Insentif sekolah negri; insentif bagi sekolah negri yang lulusan2nya memiliki nilai tes yang
baik menjadikan sekolah2 bersaing untuk mengajarkan bagaimana lulus dari sebuah
tes dan bukan lagi murni tentang ilmu pengetahuan.
Mengukur Returns To Education
Returns to Education adalah
keuntungan akrual dari masyarakat jika siswa mendapat pendidikan yang lebih
banyak, atau memiliki kualitas lingkungan pendidikan yang lebih baik.
1.
Pengaruh Pendidikan Terhadap Produktivitas; Upah seringkali dijadikan sebagai ukuran produkstivitas tenaga
kerja. Dalam berbagai literatur disebutkan bahwa peningkatan pendidika
meningkatkan penghasilan sekitar 7%/tahun yang membuktikan pendidikan
meningkatkan produktivitas.
2.
Pengaruh Pendidikan Terhadap Sektor Lain; Selain pendidikan, rupanya dalam berbagai penelitian, pendidikan
memberikan efek positif seperti peningkatan partisipasi dalam proses poitik,
peningkatan kualitas kesehatan, penurunan kriminalitas, peningkatan
produktifitas teman kerja, peningkatan jumlah anak yang mendapat pendidikan,
dan berkurangnya tindakan2 berisiko sperti merokok dan mabuk2an
3.
Dampak dari Kualitas Sekolah; Kualitas
sekolah saat ini diukur dari nilai tes siswa mereka. Penelitian membuktikan
bahwa sekolah dengan ukuran jumlah siswa/kelas lebih kecil, memiliki nilai
rata2 tes lebih tinggi daripada yang ukurannya besar.
BAB 12 Asuransi
Sosial (Social Insurance)
Apa itu asuransi dan mengapa orang menghargai/menggunakannya?
Asuransi adalah
transaksi antara individu yang melakukan pembayaran premi, dengan penjamin yang
akan melakukan pembayaran ke individu apabila kondisi tertentu telah terpenuhi.
Orang
menggunakan asuransi, karena konsep diminishing
marginal utility. Ketika mereka sedang on
fire, mereka mungkin dapat melakukan konsumsi sebanyak-banyaknya. Namun,
dalam tingkat tertentu, penambahan konsumsi tidak akan menambah
kepuasan/utility mereka. Karena itu, asuransi memberikan pilihan untuk
mejaminkan sebagian sumber daya mereka untuk digunakan disaat mereka tidak
seproduktif saat on fire. Hal
demikian lazimnya disebut menghaluskan konsumsi.
Alasan Pemerintah Mengintervensi Jaminan Social
1.
Eksternalitas; Orang-orang yang memiliki
asuransi mungkin akan bersikap seenaknya karena memiliki asuransi sehingga
dapat menyebabkan eksternalitas negative terhadap yang tidak punya asuransi
2.
Biaya Administrasi; Biaya administrasi
asuransi pemerintah jauh lebih murah dari swasta
3.
Redistribusi; Orang2 yang berisiko
rendah (kemungkinan klain asuransi kecil) dapat dikenakan pajak untuk
mensubsidi orang2 berisiko tinggi.
4.
Paternalisme; Pemerintah berasumsi bahwa
masyarakat tidak akan mengasuransikan dirinya secara pantas jika pemerintah
tidak memaksanya.
Asuransi Sosial vs Asuransi Pribadi
Asuransi pribadi adalah kegiatan
pribadi yang dilakukan oleh individu untuk menghaluskan konsumsi mereka,
seperti tabungan, pinjaman, atau pun bantuan tenaga.
Semakin baik
tingkat asuransi pribadi, maka kemungkinan untuk menggunakan asuransi social
akan lebih kecil. Namun, meski asuransi pribadi sudah cukup baik, asuransi
social terkadang tetap akan menarik perhatian. Karena, kita akan cenderung
menyalurkan sumberdaya kita untuk keperluan2 mendesak, sehingga akan sulit
untuk menyisihkan jumlah yang cukup untuk menjadi asuransi pribadi.
Moral Hazard adalah
tindakan merugikan yang dilakukan individu sebagai akibat overconfident karena telah mengasuransikan dirinya terhadap
peristiwa merugikan yang dapat muncul akibat tindakannya. Contoh: Orang yang
sudah mengasuransikan motornya, akan lebih sembrono dalam memarkirnya
Bab 13
Jaminan Sosial (Social Security)
Apa itu Jaminan Sosial?
Social Security
(Jaminan Sosial) adalah program Pemerintah Pusat di Amerika yaitu menciptakan
beban pajak bagi para pekerja (non-pengangguran) demi memberikan bantuan/dukungan
pendapatan bagi kaum orang tua.
Bagaimana Jaminan Sosial Bekerja?
Social Security
berbeda dengan dana pensiun. Dana Pensiun bersifat funded. Artinya, simpanan para pekerja hari ini akan diinvestasikan
dalam berbagai bentuk, untuk kemudian keuntungannya nanti akan diberikan pada
pekerja saat mereka telah pensiun. Social Security menganut sistem berbeda yang
disebut unfunded. Artinya, dana yang
dipungut dari para pekerja hari ini akan langsung disalurkan kepada para
pensiunan hari ini. Para peserta dari Social Security juga akan mendapat
kuntungan yang sama saat telah pensiun.
Bagaimana Social Security Meredistribusi Pendapatan?
Social Security
memberikan keuntungan bagi mereka dari generasi yang lebih tua. Hal ini
dikarenakan pertumbuhan jumlah orang usia produktif, pertumbuhan gaji, dan
pertumbuhan tarif pajak. Waktu mereka muda, mereka membayar pajak social
security lebih kecil dengan penghasilan yang lebih kecil. Ketika mereka tua,
tariff pajak social security naik, begitu pun dengan pendapatan dan jumlah
pekerja. Alhasil, mereka menerima lebih banyak dibandingkan dengan apa yang
telah mereka bayar semasa bekerja.
Mengapa pemerintah perlu menyediakan Jaminan Sosial?
1.
Kegagalan Pasar Tunjangan Hidup/Dana Pensiun; Perusahaan asuransi takut klien mereka hidup terlalu lama sehingga
perusahaan hanya akan memperoleh sedikit keuntungan, karena harus membiayai
hidup klien dalam waktu lama. Dengan system unfunded,
Social Security dapat menyelesaikan masalah tersebut.
2.
Paternalisme; orang2 yang bekerja
sekarang diperkirakan tidak akan mempunyai cukup tabungan untuk membiayai
kebutuhan hari tua mereka.
Bab 17
Income Distribution and Welfare Programs
Ketimpangan Pendapatan
Relatif; konsep pengukuran ketimpangan
distribusi pendapatan yang membandingkan besarnya pendapatan yang diterima oleh
seseorang atau sekelompok anggota masyarakat miskin ke besarnya total
pendapatan yang diterima oleh masyarakat kaya.
Ketimpangan
Mutlak/Absolut; Ketimpangan mutlak merupakan konsep
pengukuran ketimpangan yang menggunakan parameter dengan suatu nilai mutlak.
Ketimpangan mutlak dapat mempengaruhi tarif kemiskinan yang menyebabkan kondisi
di mana tingkat pendapatan seorang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok
seperti pangan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan.
Kebijakan Amerika Serikat
terhadap Kesejahteraan
Beberapa karakter tentang kebijakan terhadap kesejahteraan :
1. Categorycal Welfare
(Kesejahteraan kategorik) dan
Means-tested Welfare (kesejahteraan yang berarti)
a.
Categorycal Welfare (Kesejahteraan
kategorik) : Kesejahteraan yang lebih mengarah pada karakter yang demografik
atau terstruktur. Contohnya adalah Ibu Rumah Tangga yang hidup sendiri dan
orang-orang yang mengalami cacat/ketidakmampuan.
b.
Means-tested Welfare
(kesejahteraan yang berarti) : Kesejahteraan yang berkaitan dengan pendapatan
langsung dan aset. Means-tested Welfare (kesejahteraan yang berarti) lebih
mengarah kepada kesejahteraan yang spesifik, contohnya adalah bahwa keuntungan
lebih di peruntukkan yang pendapatan nya di bawah garis kemiskinan. Kebanyakan
program yang di sediakan di Amerika Serikat seperti Ibu Rumah Tangga yang
sendiri / janda dengan pendapatan rendah termasuk kepada kedua kategori di atas
baik Categorycal Welfare (Kesejahteraan kategorik) dan juga Means-tested
Welfare (kesejahteraan yang berarti)
2.
Cash (kas) dan In-kind (barang)
program
a.
Program Kas : Program
kesejahteraan kas membagi langsung bantuan dalam bentuk kas/uang
b.
Program barang (In-Kid) :
Program Kesejahteraan ini lebih memberikan bantuan dalam bentuk barang ataupun
sesuatu yang tidak berbentuk uang. Contohnya : Perawatan Publik dan juga Rumah
susun.
Moral Hazard akibat
program kesejahteraan, terjadi dalam bentuk
kebocoran dana
1. Biaya Administrasi; Untuk keperluan admin, dana program ini akhirnya tidak sepenuhnya
tersalurkan
2. Penurunan Minat Kerja Si
Kaya; Karena dikenakan pajak, si kaya bisa jadi
mlas bekerja
3. Penurunan Minat Kerja Si
Miskin; Karena dijamin, si miskin bisa menganggap
kalua kemiskinan adalah syratt untuk mendapatkan tunjangan negara, sehingga
lebih memilih menjadi miskin.
Cara Untuk Mengurangi
Moral Hazard
Sederhananya,
untuk mengurangi moral hazard, kita menggunakan Program Kategorial, sperti yang
dijelaskan dipoint satu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar